Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label curcol

Harapan yang kubangun sendiri

Aku ingin menulis dengan hati lagi, seperti kemarin. Tapi hari ini rasanya aku tidak bisa. Aku berapi-api. Aku kesal dengan harapan yang aku bangun sendiri. Aku kecewa dengan kumpulan puzzle kode yang tidak pernah bisa ku selesaikan. Aku marah dengan aku yang terlalu lemah untuk bertahan. Aku tidak paham dengan diriku yang tiba-tiba tidak ingin melakukan apa-apa padahal target menggunung. Aku ingin menulis tentangmu (lagi) tapi aku masih belum selesai dengan diriku. Apalagi tentang asumsi yang kuciptakan sendiri.

WELCOME BACK !!!

Assalamu’alaikum para pengunjung blog yang sudah berselimut sarang laba – laba ini. hehe Saya sebenarnya ragu apa blog ini masih ada pembacanya atau tidak, tapi saya meyakini bahwa setiap tulisan memiliki pembacanya sendiri. Dan oleh karena itu saya ingin menghidupkan kembali blog yang telah lama mati suri ini. Sebelumnya saya minta maaf ya teman – teman.

Autumn Stories #Aku : Menggagalkan Rasa

Entah mengapa, semuanya terasa begitu nyata. antara kau dan dia. tanpa aku. kalian sama - sama membuatku sedikit sesak saat aku,tanpa sengaja membuka akun twiter kalian. kode itu, apa kalian fikir aku tak bisa mengetahuinya dengan mudah ?  kaliann .. . Untuk kamu, mungkin aku memang masa lalumu. tapi aku berharap,

#MelawanLupa - 03 Maret 1924

Kali ini aku mencoba melawan lupa. Tentang kejadian tragis saat 03 Maret 1924. Kejadian yang teramat memilukan bagi seorang pengemban agama Allah, masa lalu - masa kini - dan nanti. Runtuhnya - DAULAH KHILAFAH - Dan hari ini, disaat yang sama namun dengan tahun yang berbeda , 03 Maret 2015.

When My Friend Feel Broken

Malam itu, ada seorang teman datang menghampiriku. "Ra, aku mau ngomong" ucapnya dengan mata sedikit berkaca kaca. Aku cuma bisa ngangguk dan membiarkannya duduk disampingku. "Ra, aku lagi patah hati" Aku sedikit kaget, aku kira anak seceria dia gak pernah mikirin persoalan hati, dengan sedikit pelan aku memberanikan diri bertanya, "kenapa ?"

Bedah Buku : Udah, Putusin Aja !

Ntah kenapa, sepulang dari Talkshow ( Bedah buku ) karya ustad Felix Y. Siauw yang baru aja aku ikutin, jari jari ini udah gatel minta nulis. Acara ini dilaksanakan oleh LDS ( Lembaga Dakwah Sekolah ) Kota Probolinggo di Gedung Puri Manggala Bakti - Pemkot. Dari awal poster ini nempel di mading sekolahku, aku udah ecxited banget mau ikut. akhirnya waktu pendaftaran dibuka, aku segera daftar. hihii. jangan tanya kenapa ? jelas aja karena aku mau nambah nambah ilmu. kali aja ada ilmu yang keselip dan aku gak tau. ^^

Matematika Kehidupan

             Tadi pagi di sekolah, tepatnya waktu pelajaran Ulumul Hadist berlangsung ustadzku cerita tentang hukum matematika kehidupan. Temen temen sekelas langsung ketawa. Kenapa ? Karena lucu aja, guru Ulumul Hadist ngajarin matematika. Tapi setelah itu kita langsung diem dan dengerin. Perlahan, ustad Bajuri -sapaan beliau- langsung mengambil spidol dan menuliskan sesuatu di papan tulis.

Sahabat, Mode ON !

Sejenak aku tertegun, malam ini aku mendapat hikmah baru, tentang siapa yang pantas untuk menjadi sahabat dan 'teman'. Andai di jaman yang seperti sekarang ini mudah untuk mendapatkan sahabat yang mempunyai kesetiaan dengan kadar seperti Abu bakar terhadap Rasulullah. Andai di jaman Kapiltalis ini sangat gampang mencari sahabat yang benar benar sahabat tanpa unsur "manfaat". andai saja.

Hei !

Hei! Iya, kamu yang mengirimi aku pesan “hei” Aku tak tau menahu tentang maksudmu, apalagi hatimu. Hei !

They Ask Me About Love

Ini adalah 5 pertanyaan tentang cinta yang diajuin temen temen sekolahku. Haha, bukan nanya murni sih, soalnya ada sedikit unsur pemaksaan disana. XD 1.   Kenapa sampai sekarang kamu masih bertahan untuk suka sama dia ? [ Carina ] Kenapa ya ? Entahlah, aku hanyaa.. aku hanya gak punya alasan buat berhenti. Karena aku fikir gak ada yang salah dari sebuah perasaan. Selama tak ada alasan kuat untuk membuatku menyerah, kenapa aku harus menyerah ? Selama aku bisa dan tak melanggar agama, kenapa harus pause ? Bukan mempertahankan, tapi lebih tepatnya memendam sampai saat yang tepat. Jika sudah saatnya nanti, perasaan itu akan berlabuh sendirinya. Bertahan atau pergi.

About Me

Hello, hi! I’m Fira ( A Girl) behind this blog. I share my journey here. Lately, I love write about my life in Egypt. About my ups and down. About my happiness and sadness. About my friends! Oh, about my favorite k-drama too! And I hope you’re enjoy. If you want to having some chitchat with me, just DM me through Instagram @fira.syarifahs        Love, Fira.