Kemarin sempat tidak sengaja membaca terkait dengan fenomena kenapa banyak sekali remaja yang bingung akhir-akhir ini. Kita sering melihat berita di media ada beberapa kasus suicide yang dilakukan oleh rentang kaum muda, yang masa depannya masih panjang, yang sebenarnya jika tidak mengikuti ego dan tekanan dia masih bisa merasakan indahnya pagi hari. Terlintas dipikiran, seberat apa masalah yang dihadapi, kesepian yang bagaimana yang dirasakan, sedalam apa luka dalam hatinya sehingga memilih untuk meng-akhiri kehidupan yang berat harus dikatakan pilihan yang tidak disukai oleh Allah. Pentingnya banyak belajar adalah setidaknya kita bisa memanage emosi. menjadi manusia yang tidak reaktif. Belajar disini bukan hanya terkait dengan banyaknya materi yang masuk ke otak dan yang harus dihafal untuk menjawab di lembaran di kertas. Makna belajar lebih dari itu. Proses belajar yang berhasil adalah ketika : ilmu yang dimiliki mengkristal di dalam diri kita. Oleh karena itu dikatakan di dalam is...
Memulai menilik kembali tulisan tulisan lama yang sudah mulai mempunyai alur. Hari ini saya putuskan kembali menulis setelah lebih dari 5 tahun blog ini tidak berpenghuni. Ada banyak sekali peristiwa yang terjadi, dan itu semua banyak merubah jati diri. Menulis membuat banyak mengingat. Menulis membuat banyak berpikir. Dan saya ingin banyak mengingat dan berpikir, itulah kenapa saya kembali menulis. Sebagai seorang hamba kita tidak benar-benar mengetahui apa yang kita inginkan, itulah kenapa kita perlu terus berikhtiyar dan berdo'a sebanyak-banyaknya. Tidak tumbang dengan hanya sekedar perkataan manusia, tanggapan manusia terhadap kita. Masalah hasil, itu milik Allah dan hak progratif-Nya. Ranah kita : berusaha sejauh dan semaksimal mungkin. juga percaya : Bahwa apa yang Allah kehendaki untuk kita adalah apa yang terbaik untuk kita. Ini adalah tulisan sesi curhat yang penuh dengan nasihat. Alurnya mungkin agak berantakan, sejenak mendinginkan kepala dari riuh realita dunia. Menepi ...