Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen Islami

Ketakutan tak Berdasar

Kemarin, disaat aku memutuskan untuk pergi jauh, aku juga mendengar kabar bahwa dirimu akan pergi jauh. Jadi, jarak diantara kita bukan lagi nama – nama kota, akan tetapi, nama-nama negara. Ah, aku lupa, biar ku ralat, maksudku, bukan jarak diantara kita. Tapi antara aku dan kamu. Haha, sejak kapan aku dan kamu menjadi kita? Aku pasti bermimpi.

Mencintai Kehilangan #2

        Semburat merah di timur langit sudah terlihat, angin semilir pun mulai datang dan menerpa kerudung biru muda gadis yang sedang terdiam di atas balkon rumahnya. Terdiam, gadis itu tiba tiba menghembuskan nafas panjang, perlahan, ia menutup matanya. Mencoba lebih merasakan udara tenang pagi itu.         Tanpa ia minta sekelebat memori yang tak ingin ia ingat menari nari di dalam pikirannya. Gadis itu langsung membuka mata, “ini tak bisa dibiarkan. Aku harus mengakhirinya” lirihnya perlahan, kemudian melangkah cepat menuju kamarnya. ****

Ketika Cinta Berkawan.

        Langit telah menunjukkan semburat berwarna jingga, burung – burung yang sedari tadi berterbangan tanpa arah di langit pun kini mulai kembali menuju sarang masing – masing. Namun, bukannya mengikuti jejak para burung untuk kembali pulang, aku malah tetap disini. Tersenyum menatap langit. Tak berniat sedikit pun untuk kembali pulang.

Dear Mom ..

“Entah mengapa aku merasa lelah, Sendirian di kamar sambil memeluk bantal Aku Meraih ponselku, entah mengapa hari ini hatiku merasa kesepian”             Setelah banyak sekali hal yang aku lakukan seharian ini, entah mengapa aku terdiam di sudut kamar. Aku mencoba meraih ponselku, sepi. Bahkan tak ada -barang sedikitpun- pesan atau telepon yang masuk. Hhh ~ aku menghela nafas panjang, sepertinya bukan hanya ponselku saja yang sepi, tapi hatiku juga.              Kedua bola mataku terus saja memandang layar ponsel. Berharap ada satu atau dua orang yang menelpon atau berkirim pesan. Walau hanya untuk hal yang sepele sekalipun, pasti tak akan aku sepelekan.

[CERPEN] The Last Ocasion

Cantik ! Satu kata yang sering diingin semua wanita di dunia ini. Dan aku beruntung memiliki satu kata di atas. Aku cantik, bahkan sangat cantik. Aku juga pintar. Bisa dibilang aku adalah wanita sempurna. Banyak yang menginginkanku untuk menjadi pasangan mereka.           Dan aku merasa bahagia telah dilahirkan di dunia ini. I love my Self. Bagiku Cantik lebih penting dari pada uang. Aku rela menghabiskan puluhan bahkan jutaan rupiah demi menambahkan ramuan pada wajah dan tubuhku agar aku semakin terlihat cantik dan menarik.

[CERPEN] Hatiku, Hatimu dan Hati-Nya

Ini ceritanya lagi buka folder- folder jadul di lepi. eh, ketemu sama ini cerpen. cerpen pertama yang aku buat sekitar 2 tahunan yang lalu. hihi, bawaannya ngakak aja pas baca.  Kutekan tanda enter. Alhamdulillah selesai, dengan cepat aku menutup laptop unguku. Dan merebahkan diri ke atas kasur di belakangku yang sudah mulai menua. Aku mencoba memecamkan mata, meresapi segala hal yang telah ku perbuat selama ini, “Fi,ada yang nyari kamu”  Sebuah suara dari arah pintu mengagetkaku.             “Siapa ?” Tanyaku rada lemas.