Senin, 19 Oktober 2026

Apa yang bisa kita lakukan.

Minggu-minggu terakhir ini, kita sedang mendapatkan beberapa kabar yang kurang mengenakkan dari kondisi negara kita yah.

Kebakaran hutan besar yang ada di pulau Kalimantan, mengakibatkan beberapa provinsi berselimut asap, bahkan sampai Brunei, Singapura dan Malaysia. Sekitar ribuan orang terkena ISPA setiap harinya, bahkan termasuk di dalamnya balita dan bayi. Saya sendiri tidak bisa membayangkan ada di posisi mereka, semoga Allah memberikan kekuatan dan ketenangan hati kepada masyarakat disana. Amiin.

Kabar kurang mengenakkan lainnya dari sisi perekonomian kita, IHSG anjlok, mengakibatkan hilangnya investor, yang mana ketika kita membaca di google, IHSG ini ada parameter kesehatan pasar modal di Indonesia.

Begitupula terkait dengan interaksi sosial yang bermasalah, ditandai dengan viralnya bullying yang dilakukan oleh anak yang belum cukup umur dan mengakibatkan korban meninggal dunia. Sedihnya, peristiwa itu tidak terjadi hanya di satu daerah, tapi dibeberapa daerah dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.

Ambil nafas dulu.. lalu hembuskan.

Dulu saya pernah menulis sebuah review sebuah drama berjudul Ketidaksakitan yang membunuh, (bisa klik link ini) yang mana isinya adalah sebenarnya ketidakpedulian kita dalam "sakit" atau jika kita tidak merasakan "sakit" malah itu yang justru akan mengancam kita. Ulasan sederhana terkait dengan kondisi sosial, kesehatan, ekonomi, pendidikan kita saat ini yang tidak baik-baik saja, dimana sejujurnya hal tersebut harus kita sadari. 

Kemudian, Apa yang selanjutnya kita sebagai masyarakat biasa ini bisa lakukan?

Yang pertama adalah, pahami setiap fakta yang ada. Jangan berbicara tanpa melihat fakta. kemudia yang kedua adalah fokus dengan area yang bisa kita ubah. Jelaslah mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Mencoba lebih peduli dan empati dengan keadaan sekitar.

Beberapa hari yang lalu saya habis berbelanja ke pasar, beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pembeli yang datang, bahkan ada yang membeli kangkung dengan harga 2 ribu, setelah pembeli beranjak, penjual berkata lirih "cek angele golek duek saiki"

Sebenarnya akar dari kejadian ini dari mana? sepinya pembeli. Kenapa sepi? Karena mencari uang sudah semakin susah. Kenapa susah? karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Kenapa sulit? terus mengejar dengan pertanyaan higga kita paham kenapa hal tersebut bisa terjadi. Jangan sampai kita hidup dalam tempurung.

Ketiga, teruslah berdo'a kepada yang Maha Segalanya. Semua terjadi atas izin Allah dan akan berhenti juga tas izin Allah. Tugas kita sebagaimana manusia hanya berikhtiyar dengan maksimal. Semoga Allah selalu memantapkan hati kita dengan keimanan dan ketaqwaan.

hah, begitulah uneg-uneg saya hari ini. Semoga bermanfaat.



Pagi hari di bulan Oktober tahun 2026 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar