Langsung ke konten utama

Postingan

Ada yang (Harus) Dilepas.

“Karena aku mencintai yang sewaktu-waktu pergi, yang sewaktu-waktu diambil. Aku belajar bagaimana caranya melepaskan. Aku belajar bagaimana menyikapi kepergian.

Serial Ramadhan Indah #2 : Belahan dunia lain.

Ramdhan adalah bulan yang boleh dibilang sangat di tunggu – tunggu oleh kaum muslimin. Selain karena bulan yang special, Ramadhan adalah bulan yang penuh kegembiraan. Saat di bulan bulan lain kita sibuk, tidak ada waktu untuk berkumpul bersama keluarga atau teman, bahkan mungkin waktu untuk diri sendiri pun jarang. Namun entah mengapa di bulan Ramdhan waktu selalu berbaik hati kepada kita. Kita menjadi sering sekali berkumpul bersama keluarga saat sahur dan berbuka. Juga kesempatan bersama teman – teman yang jarang ada kini bergiliran datang. Kita lebih rajin mengurusi diri sendiri, memperbanyak ibadah.

Serial Ramadhan Indah #1 : Sebuah Awal.

“Setiap ramadhan pasti memiliki cerita yang berbeda” Ramadhan ke empat tanpa ummi. Ramadhan pertama tanpa teman – teman. Alhamdulillah, Allah masih membiarkan kita semua merasakan ramadhan tahun ini. Semoga kesempatan yang telah Allah berikan tidak kita lewatkan begitu saja dengan melakukan hal yang sia – sia.

Apa Kau Baik - Baik Saja ?

Apakah kau baik – baik saja ? Langit sedang sedih saat ini. Hujan deras turun sedari senja tadi. Maaf, aku sedang suntuk saat ini. Akhir – akhir ini kau seperti lenyap dari pandanganku. Apa kau baik – baik saja ?

Percaya

Aku ingin selalu percaya. Kepada semua air yang berada di dalam lautan. Kepada tetesan air yang berjatuhan saat hujan. kepada hatimu. Kepada hatiku. Kepada sang pemilik hati kita berdua.

Winter Stories 2 : If your heart’s not in it

(sudut pandang dari lelaki ‘penemu kertas’) Kita memang pernah saling menyukai. Namun perasaan tersebut bukan lantas membuat kita merasa saling memiliki bukan ?             Aku mendesah tertahan, kedua pandanganku tak bisa berhenti memperhatikan tetesan air hujan yang jatuh ke tanah. Lihatlah, bagaimana bisa langit begitu ikhlas melepaskan ribuan titik air hujan ? sekali lagi aku mendesah, tangan kananku mengambil kopi hitam yang entah mengapa menjadi minuman favoritku. Mungkin semua ini karena gadis itu.

Kadangkala

Kadangkala, aku berfikir… Apakah Allah Akan memasukkan kita ke dalam kumpulan orang – orang yang terangkat derajatnya, padahal ketika Allah memberi ujian, kita terus saja mengeluh ? Apakah Allah akan memasukkan kita ke dalam golongan orang – orang yang rendah hati, padahal dalam hati kita mungkin pernah muncul setitik rasa iri maupun dengki ? Apakah Allah akan memilih kita untuk memasukkannya ke dalam kumpulan orang – orang yang sabar sedangkan kita masih meluapkan rasa marah kepada hal – hal kecil ? maksudku,  kita seharusnya marah karena Allah.  Rumah, 14 Januari 2016 | © Rara Syarifah